اهل البيت

اسلامي احاديث خطب ادعية
 
الرئيسيةاليوميةس .و .جبحـثالأعضاءالمجموعاتالتسجيلدخول

شاطر | 
 

 الارقام -----

اذهب الى الأسفل 
كاتب الموضوعرسالة
Admin
Admin
avatar

المساهمات : 648
تاريخ التسجيل : 21/04/2016

مُساهمةموضوع: الارقام -----   الأحد ديسمبر 17, 2017 12:57 pm

بسم الله الرحمن الرحيم


عنه عليه السلام: شَيْئًانِ لَا يَعْرِفُ فَضْلَهُمَا إِلَّا مَنْ فَقَدَهُمَا: الشَّبَابُ، وَ الْعَافِيَةُ.

Dari Imam Ali as yang berkata, "Dua hal yang tidak mengetahui keutamaanya kecuali orang yang telah kehilangannya: kepemudaan dan kesehatan."

Sumber : Ghurar al-Hikam, hal.5764

http://www.karimahahlulbait.tk/2017/11/nilai-seorang-pemuda.html?m=0

قال الإمام زين العابدين (عليه السلام): ثلاث منجيات للمؤمن كف لسانه عن الناس واغتيابهم، وإشغاله نفسه بما ينفعه لآخرته ودنياه، وطول البكاء على خطيئته

Imam Ali Zainal Abidin (as) : Tiga hal yang menyelamatkan orang mukmin: Menjaga lisannya dari mengganggu dan menggunjing manusia, menyibukkan diri dalam hal-hal yang bermanfaat untuk akhirat dan
dunianya, selalu menangisi kesalahannya.


https://www.google.iq/amp/s/arabuwalon.wordpress.com/2013/04/08/mutiara-hikmah-imam-ali-bin-abi-thalib-as/amp/



آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثُ؛ إِذَاحَدَّثَ كَذَبَ, وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ, وَإِذَا ائْتُمِنَ خَانَ
Artinya : ”Tanda-tanda orang munafiq itu ada tiga: bila berbicara dusta dan apabila berjanji ingkar dan apabila dipercaya khianat.” (HR. Bukhari & Muslim)

http://mii.fmipa.ugm.ac.id/mii/2016/03/06/hadits-menuntut-ilmu/


قالَ الاِْمامُ اَميرُ الْمُؤمِنينَ عَلِيٌّ (ع): مَنْ اُعْطِيَ أَرْبَعاً لَمْ يُحْرَمْ أَرْبَعاً: مَنْ اُعْطِيَ الدُّعاءِ لَمْ يُحْرِمِ الاجابَةَ، وَمَنْ اُعْطِيَ التَّوْبَةَ لَمْ يُحْرَمِ الْقَبُولَ، وَمَنْ اُعْطِيَ الاسْتِغْفارَ لَمْ يُحْرِمِ الْمَغْفِرَةَ، وَمَنْ اُعْطِيَ الشُّكْرَ لَمْ يُحْرَمِ الزِّيادَةَ.
نهج البلاغة. الكلمات القصار / 135
Amirul Mukminin as berkata: Orang yang dianugerahi empat hal bukannya dilarangi empat hal; orang yang mengajukan taubat bukan tidak beroleh sambutan, orang yang mencari keampunan bukan tidak diberi ampun, dan orang yang bersyukur bukan tidak diberi kelanjutan nikmat.

Sayid Radhi berkata:Ini sesuai dengan Al-Qur'an. "Serulah Aku, maka Aku akan menjawabmu. "(QS. 40:60) Tentang keampunan, Allah berkata, "Dan barangsiapa berbuat jahat, atau menganiaya dirinya sendiri kemudian memohon kepada Allah, akan mendapatkan bahwa sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. 4:110) Tentang syukur la berkata, "Apabila kamu bersyukur Aku akan menambahkan nikmat-Ku kepada kamu." (QS. 14:7) Tentang taubat la berfirman, "Sesungguhnya Allah hendak berpaling kepada kamu. "(QS. 4:21)

http://alhassanain.com/indonesian/show_book.php?book_id=133&link_book=holy_prophet_and_ahlul_bayt_library/imam_ali/nahjul_balaghah



الإمام علي عليه السلام: أَرْبَعَةُ أَشْيَاؤَ لَا يَعْرِفُ قَدْرَهَا إِلَّا أَرْبَعَةٌ: الشَّبَابُ لَا يَعْرِفُ قَدْرَهُ إِلَّا الشُّيُوخُ، وَ الْعَافُيَةُ لَا يَعْرِفُ قَدْرَهَا إِلَّا أَهْلُ الْبَلَاءِ، وَ الصِّحَّةُ لَا يَعْرِفُ قَدْرَهَا إِلَّا الْمَرْضَى، وَ الْحَيَاةُ لَا يَعْرِفُ قَدْرَهَا إِلَّا الْمَوْتَى.

Imam Ali as berkata, "Empat hal yang tidak mengetahui nilainya kecuali dengan empat hal yang lain. Yaitu pemuda, tidak mengetahui nilainya kecuali oleh orang tua, ketenangan, tidak mengetahui nilainya kecuali oleh orang yang tertimpa musibah; kesehatan, tidak mengetahui nilainya kecuali oleh orang-orang yang sakit; dan hidup tidak mengetahui nilainya kecuali oleh orang-orang yang telah meninggal dunia."

Sumber : Al-Mawa'izh al-Adadiyyah, hal.218.

http://www.karimahahlulbait.tk/2017/11/nilai-seorang-pemuda.html?m=0


اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَ صِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَ غِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَ فَرَاغَكَ قَبْلَ شَغْلِكَ وَ حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ
“Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara :
[1] Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu,
[2] Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu,
[3] Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu,
[4] Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu,
[5] Hidupmu sebelum datang kematianmu.” (HR. Al Hakim dalam Al Mustadroknya, dikatakan oleh Adz Dzahabiy dalam At Talkhish berdasarkan syarat Bukhari-Muslim. Hadits ini dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Al Jami’ Ash Shogir)


Sumber : https://rumaysho.com/240-masa-muda-waktu-utama-beramal-sholeh.html



أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : ( حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ سِتٌّ ) قِيلَ مَا هُنَّ يَا رَسُولَ اللَّهِ : قَالَ ( إِذَا لَقِيتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ وَإِذَا اسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْ لَهُ وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللَّهَ فَسَمِّتْهُ وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ وَإِذَا مَاتَ فَاتَّبِعْهُ ) .
"Hak seorang Muslim atas Muslim lainnya ada enam: (1) Jika engkau bertemu dengannya, maka ucapkan salam, dan (2) jika dia mengundangmu maka datangilah, (3) jika dia minta nasihat kepadamu berilah nasihat, (4) jika dia bersin dan mengucapkan hamdalah maka balaslah (dengan doa: Yarhamukallah), (5) jika dia sakit maka kunjungilah, dan (6) jika dia meninggal maka antarkanlah (jenazahnya ke kuburan).” (HR. Muslim)

http://inilahrisalahislam.blogspot.co.id/2013/11/6-hak-dan-kewajiban-muslim-atas-muslim.html?m=1


عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ فِيْ ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ: اَلْإِمَامُ الْعَادِلُ، وَشَابٌّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ اللهِ ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْـمَسَاجِدِ ، وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللهِ اِجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ ، وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ ، فَقَالَ : إِنِّيْ أَخَافُ اللهَ ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِيْنُهُ ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu , dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tujuh golongan yang dinaungi Allâh dalam naungan-Nya pada hari dimana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya: (1) Imam yang adil, (2) seorang pemuda yang tumbuh dewasa dalam beribadah kepada Allâh, (3) seorang yang hatinya bergantung ke masjid, (4) dua orang yang saling mencintai di jalan Allâh, keduanya berkumpul karena-Nya dan berpisah karena-Nya, (5) seorang laki-laki yang diajak berzina oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan lagi cantik, lalu ia berkata, ‘Sesungguhnya aku takut kepada Allâh.’ Dan (6) seseorang yang bershadaqah dengan satu shadaqah lalu ia menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfaqkan tangan kanannya, serta (7) seseorang yang berdzikir kepada Allâh dalam keadaan sepi lalu ia meneteskan air matanya.”



Sumber: https://almanhaj.or.id/4203-tujuh-golongan-yang-dinaungi-allah-azza-wa-jalla-pada-hari-kiamat.html




حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ حَدَّثَنَا أَبُو الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ لِلَّهِ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ اسْمًا مِائَةً إِلَّا وَاحِدًا مَنْ أَحْصَاهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ { أَحْصَيْنَاهُ } حَفِظْنَاهُ

Allah mempunyai sembilan puluh sembilan nama, seratus kurang satu, siapa yg meng-ihsha'nya, maka ia masuk surga. Dan makna meng-ihsha' adl menjaga sebagaimana firman Allah: 'Ahshainaa (Kami menjaganya) ' (Qs. Yasin: 12). [HR. Bukhari No.6843].



https://www.mutiarahadits.com/68/20/76/sesungguhnya-allah-memiliki-sembilan-puluh-sembilan-nama.htm
الرجوع الى أعلى الصفحة اذهب الى الأسفل
معاينة صفحة البيانات الشخصي للعضو http://duahadith.forumarabia.com
 
الارقام -----
الرجوع الى أعلى الصفحة 
صفحة 1 من اصل 1

صلاحيات هذا المنتدى:لاتستطيع الرد على المواضيع في هذا المنتدى
اهل البيت :: الفئة الأولى :: الاندنوسية-
انتقل الى: